Bilakah kalut hidupku akan berakhir..Kemana kumelangkah pasti ada yang benci..Inikah suratan atau dugaan tuhan..Walau bibirku mengukir senyum hatiku menangis..
Tak siapa tahu keikhlasanku padamu..Cerita tak berasas dan tuduhan buta..Dihulur pada mu yang ingin kuhampiri..Malah diracuni fikiranmu agar aku tersingkir..
Begitu banyak sekali persaingan aku harus tenang..Menghadapi sedangkan dirimu pula jadi perhatian setiap insan..Biar apapun jua tafsiran bermain dipenjuru hatimu..Relaku tempuh namun mengalah usahlah kau harapkan..
Lambat laun nanti kebenaran terserlah..Di situlah juga akan kau sedari..Betapa tulusnya pengorbananku ini..Memperhambakan diri tak mengenal jemu..Ketahuilah kesetiaanku ini..Tidak pernah luntur ditelan waktu..
Bagaikan batu besar menghimpit dadaku..Tiap hari berganti makin beratnya..Selagi tak terbukti keikhlasan hatiku..Selagi itu keresahan dan sesak di dada..
Sekali lagi ku lalui jalan sepi..Yang cukup diri ini kenali..Ku sangka dia yang ku cari..Telah ku jumpa..Namun dia yang menghancurkan jiwa..
Cukuplah sudah hatiku dipanah duka..Cukuplah sudah segala sengsara..Dan aku tak mahu lagi dibelenggu rindu..Kerana ia akhirnya membunuhku..
Seperti yang ku jangka terjadi..Tewas sekali lagi..Menambahkan luka yang sudah ada..Seperti yang ku jangka terjadi..Cinta datang dan pergi..Mungkin takdir ku hidup menyendiri..
Harapan terakhir ku rupanya sama saja..Dengan yang terdahulu darinya..Biarkan aku hidup tanpa belaian cinta..Biar semua tahu ku kecewa..
Mungkinkah takdir hidup ini menyendiri..Bertemankan sepi..Yang pasti setiap malam..Ku imbas kembali..Kenangan indah menyentuh hati..Yang pasti itulah saja mampu ku miliki..Mungkin sepanjang hayat ku bermimpi..
Tak siapa tahu keikhlasanku padamu..Cerita tak berasas dan tuduhan buta..Dihulur pada mu yang ingin kuhampiri..Malah diracuni fikiranmu agar aku tersingkir..
Begitu banyak sekali persaingan aku harus tenang..Menghadapi sedangkan dirimu pula jadi perhatian setiap insan..Biar apapun jua tafsiran bermain dipenjuru hatimu..Relaku tempuh namun mengalah usahlah kau harapkan..
Lambat laun nanti kebenaran terserlah..Di situlah juga akan kau sedari..Betapa tulusnya pengorbananku ini..Memperhambakan diri tak mengenal jemu..Ketahuilah kesetiaanku ini..Tidak pernah luntur ditelan waktu..
Bagaikan batu besar menghimpit dadaku..Tiap hari berganti makin beratnya..Selagi tak terbukti keikhlasan hatiku..Selagi itu keresahan dan sesak di dada..
Sekali lagi ku lalui jalan sepi..Yang cukup diri ini kenali..Ku sangka dia yang ku cari..Telah ku jumpa..Namun dia yang menghancurkan jiwa..
Cukuplah sudah hatiku dipanah duka..Cukuplah sudah segala sengsara..Dan aku tak mahu lagi dibelenggu rindu..Kerana ia akhirnya membunuhku..
Seperti yang ku jangka terjadi..Tewas sekali lagi..Menambahkan luka yang sudah ada..Seperti yang ku jangka terjadi..Cinta datang dan pergi..Mungkin takdir ku hidup menyendiri..
Harapan terakhir ku rupanya sama saja..Dengan yang terdahulu darinya..Biarkan aku hidup tanpa belaian cinta..Biar semua tahu ku kecewa..
Mungkinkah takdir hidup ini menyendiri..Bertemankan sepi..Yang pasti setiap malam..Ku imbas kembali..Kenangan indah menyentuh hati..Yang pasti itulah saja mampu ku miliki..Mungkin sepanjang hayat ku bermimpi..

No comments:
Post a Comment